Untuk mengerti cara kerja alam semesta, kadang bisa membuat sakit kepala. Semakin dipikir semakin membingungkan. Untuk sementara kita hanya bisa berpedoman dari hasil penelitian-penelitian ilmiah yang pernah dilakukan oleh para ahli.
Dari semua teori terbentuknya alam semesta, untuk sementara teori Big Bang yang paling mendekati dan paling banyak diakui oleh para ahli. Disebut “untuk sementara”, karena kita memang tak pernah tau apa yang sebenarnya terjadi di waktu berjuta-juta tahun yang lalu, para ahli hanya mampu menduga-duga, merangkai dari berbagai kepingan bukti yang tersebar di seluruh alam semesta. Di suatu waktu, bisa dimungkinkan ditemukannya teori baru yang lebih mendekati dengan bukti-bukti baru.
Dalam teori Big Bang, disebutkan bahwa alam semesta berasal dari satu kepingan zat padat yang terus mengembang dan mengembang. Dari salah satu film dokumenter tentang teori Big Bang, disebutkan bahwa seorang ahli Edwin Hubble melakukan observasi galaksi dan mendapatkan kesimpulan bahwa letak antar galaksi ternyata saling menjauh berbanding lurus dengan waktu.
Alam semesta (kumpulan galaksi di langit) adalah medan energi yang sangat besar, medan energi inilah yang membuat alam terus bergerak, planet dan bulan melakukan rotasi dan revolusi, begitu juga dengan komet dan asteroid. Tetapi dari teori ini ternyata juga dapat diramalkan bahwa suatu ketika (entah kapan waktu pastinya), medan energi ini akan habis seperti motor yang kehabisan bahan bakar, saat itulah semua gerakan benda-benda langit juga akan berhenti. Tiba-tiba berhenti, langit tak lagi mengembang, statis, tidak ada lagi gravitasi antar partikel dan saat itulah terjadi keruntuhan alam semesta.
Kemudian muncul berbagai macam imajinasi. Bila langit dengan definisi seperti karpet yang menampung semua benda langit, seperti planet, bintang, satelit, komet yang tersusun dalam galaksi-galaksi yang terus mengembang adalah satu tempat atau wadah. Maka pasti ada wadah yang jauh lebih besar dari pada langit yang mampu menampung langit itu sendiri.
Imajinasi tentang sebuah ruangan yang sangat luas sekali, gelap dan tidak terikat oleh dimensi waktu. Karena waktu sendiri tercipta karena kita menjadi bagian dalam ruangan itu. Langit yang demikian luasnya, bahkan para ahli pun belum bisa menghitung berapa banyak bintang di alam semesta ini dan banyak galaksi-galaksi yang belum ditemukan dan diberi nama, ternyata masih ada satu ruangan lagi yang jauh lebih luas dari langit.
Kalau dipikirkan ternyata kita (manusia) hanyalah sebuah titik partikel yang tidak berarti di alam semesta, bahkan dengan debu yang ada dimeja kita pun, manusia masih jauh sangat kecil sekali.
Belum lagi system kerja alam semesta yang ternyata sangat sederhana, cukup dengan teori gravitasi. SeorangNewton sendiri pun belum tentu sadar di masa awal penciptaan teori itu bahwa ternyata teori sederhananya itu menjadi pengungkapan system kerja alam semesta.
Dan itulah semua tanda bukti kebesaran-NYA. Tak ada lagi keraguan barang sedikit pun tentang adanya tangan yang menciptakan semua keajaiban itu. Seperti kata Einsten : bahkan Tuhan pun tidak sedang bermain dadu dalam penciptaan alam semesta. Semua sudah diletakkan pas dengan ukurannya dengan kesederhanaan.
* masih banyak teori penciptaan alam semesta yang lain selain Big Bang, seperti Steady State dan Oscillating Universe.
0 komentar:
Posting Komentar